Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Puisi hati dan pikiranku’ Category

Saat menyendiri, mengapa merasa sendiri dan sepi?
Siapa yang memilih untuk menyendiri? Siapa yang menyuruh?

Saat bercengkrama dengan orang lain, mengapa merasa ramai dan bising?
Siapa yang memilih untuk bercengkrama? Siapa yang menyuruh?

Saat mendapat masalah, mengapa menangis?
Siapa yang memilih untuk merangkul masalah? Siapa yang menyuruh?

Saat mendapat pujian, mengapa senang dan menjadi “tinggi”?
Siapa yang memilih untuk dipuji? Siapa yang menyuruh?

Saat kita sangat dekat dengan Tuhan dalam doa, mengapa kita merasa tenang?
Siapa yang memilih untuk mendekat? Siapa yang menyuruh?

Itulah,,, Tuhan dengan sangat mudahnya membolak-balikan hati.
Untuk apa? Wahai manusia, berfikirlah…!!!!

Tuhan sangat dekat dengan kita, Dia-lah yang membuat kita tenang dan berani menghadapi apapun.
Allah SWT, Tuhan-ku. The one n only, no other!

By: Meyta
Wed 24 Feb 2010,  00.23 WIB

Advertisements

Read Full Post »

Bersinar..

Putih jernih, menarik!

Setiap orang memiliki lintang harapan masing-masing

Lintang itu seperti penyemangat dalam hidup, namun terkadang ia terlalu angkuh untuk didekati

Jangan jauhi lintang angkuh! Sayangi ia, maka ia akan luluh…

Read Full Post »

Suara Ilalang

Hati bersedih, tapi otak memerintahkan untuk DIAM..

“Sssstttt… jangan bicara”, katanya

Aku sendiri, memendam rasa sakit yang teramat sangat

tak seorang pun tahu, tak seorang pun peduli

mereka hanya ingin diperhatikan, tanpa mau mendengarkan!!!

Bagaimana mungkin mendengarkan jika telingamu diliputi kata-kata busuk?

Bagaimana mungkin mendengarkan jika hatimu diliputi prasangka?

Bagaimana mungkin mendengarkan jika matamu ditutupi bayang semu?

Dengarlah… Akan kuperdengarkan suara ilalang padamu!

Singkirkan kata-kata busuk dari dari telingamu,

Hapuslah segala prasangka dalam hatimu,

Singkaplah bayang semu di depanmu!

Karena, suara ilalang begitu lembut…

[M_Pratiwi; Selasa, 28 April 2009 00.25 WIB]

Read Full Post »

Wajah Ayu

Saat ini kutermenung

aku melihat wajah itu,

dengan ayunya tersenyum padaku…

Aku melihatnya,

tapi aku terlalu lemah dan tak ada daya untuk menghampirinya

hingga aku tak berani membalas senyumnya…

Wajah itu dengan ayunya berkata

“Sini, dekati aku, peluk aku,  aku yang kaubutuhkan, Nak..”

Oh,, aku terkesan!

Wajah ayu itu sungguh menyejukkan

Tapi, kembali ketidakberdayaanku datang..

ia berseru dengan bengis “Hahahahaha… kau tidak akan bisa!”

Saat ini aku memohon pada Tuhan,

izinkan aku menggapai wajah itu, ya Allah…

Wajah ayu nan indah

[M_Pratiwi; Sabtu, 25 April 2009  20.58 WIB]

Read Full Post »